Apasih yang sebenarnya kita cari?

 Halooo guys

First of all, ini adalah tulisan pertama gue di blog ini. Kalau ngomongin soal nulis, gue sering nulis di buku, atau nggak di note hp gue. Tapi belakangan ini gatau kenapa gue males banget buat nulis. So, gue berinisiatif buat mulai nulis lagi melalui blog ini.

Oke, di sini pertama kali gue pengen bahas tentang apasih yang sebenarnya kita cari? di sini gue gak mau bahas tentang apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini karena jelas sudah di ajarkan di dalam agama. Tapi ada beberapa hal yang menurut gue ngeganjal dipikiran gue tentang apasih sebenarnya yang kita cari dengan suka menghujat hidup orang lain atau mungkin kita suka mengomentari hidup orang lain?

Kenapa gue nanya kek gini karena gue rasa belakangan ini gue sering mendengar ataupun melihat bentuk hujatan tersebut, baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan dan gue juga belakagan ini kadang dapat hujatan eh bukan belakangan ini sih tapi dari dulu lebih tepatnya wkwkwkkw, padahal gue bukan artis ataupun seleb yang hidupnya harus diatur sama netizen, meskipun menurut gue artis atau seleb sekalipun sebagai netizen kita gak boleh ngatur hidup mereka. Ngatur dalam artian yang gue maksud adalah misalkan kita ngomentarin postingan orang yang lagi berusaha buat tampil percaya diri, misalkan mereka posting ootd mereka ke sosmed dan kemudian kita dengan entengnya komentarin kalau ootd orang itu jelek, sok-sokan lah, inilah itulah yang menurut gue sebenarnya kita gak usah bilang kek gitu. Belum lagi kita misalkan ngomentarin orang yang suka sama korea, kita bilangin mereka alay lah, gak cinta indonesia lah, hina-hina idol mereka sampai mereka kemudian kesel dan kemudian kita bilang kalau mereka itu toxic. Apalagi yang sering banget gua jumpai adalah ketika misalnya ada orang yang upload story banyak banget di sosmed sampai titik-titik misalkan story WA, IGS, atau semacam itulah, kita malah ngehujat mereka dengan kata lebay dan norak, dengan beberapa alasan yang katanya apa-apa distoriin, apa-apa diposting. menurut gue emang kenapasih kalau ada orang yang kayak gitu, sebenarnya apa yang kita cari dengan komentarin hidup orang seperti itu? yang menurut gue kalau kita merasa risih atau terganggu kan di sosmed ada yang namanya fitur senyapkan atau bahkan blokir, lah buat apa pencipta sosmed nyiptai itu semua kalau gak buat kita pake. Apalagi semisal kita ngeliat cewek yang berhijab yang kemudian joget depan camera, pacaran atau gimana yang menurut kita itu salah, kita malah yang komen dan marah-marah, julitin orang seakan-akan apa yang kita katakan itu sebuah nasihat, atau yang lebih parahnya lagi kadang gue lihat orang-orang di sosmed itu kadang komen nyalahin agama orang tersebut. "padahal udah berhijab, tapi kok kelakuan kek gitu.", "percuma berhijab tapi munafik, lepas aja tuh hijab", "percuma berhijab tapi kelakuan kek dajjal" seperti itulah apa yang biasa gue baca, yang menurut gue ini statement yang salah sih. kenapa? ya karena kalau orang yang berbuat salah misalkan, kemudian masa lo suruh lepas hijab, bilang-bilangin orang dajjal kek seakan-akan hidup lo itu udah bener banget. padahal jika kita menasihati baik-baik tidak mungkin orang itu akan merasa tersinggung atau tersakiti dengan apa yang kita katakan atau typing. "tapi kan suka-suka gue dong" mungkin maksud lo suka-suka lo gitu komentarin hidup orang lain, marah-marah gak jelas dan membenci orang tanpa sebab yang kadang menurut gue orang itu ngelakuin hal tersebut buat kesenangan dirinya aja. Tapi kadang kita malah yang merasa marah. pernah gak sih lo nanya misalkan kenapa lo marah atau terganggu dengan kelakuan seseorang yang kelakuannya itupun gak pernah ngerugiin lo, gak pernah nyakitin lo, gak pernah nyinggung lo, pernah nggak? kalau nggak pernah, coba deh nanya sama diri sendiri kenapa lo benci sama orang yang mungkin bahkan memikirkan lo aja gak pernah. iya gak sih? kenapa lo malah sibuk memendam amarah sama orang yang mau tau tentang lo aja belum tentu.

Gue ada satu pernyataan yang menurut gue ini sesuai dengan kenapa kita seperti itu? kenapa kita marah kalau orang lain ngelakuin hal yang menurut kita alay. kenapa? karena kita gak bisa nerima kebahagiaan orang lain. Kita gak suka liat orang itu bahagia, kita gak suka liat orang itu menunjukkan ekspresi bahwa dia senang. lalu kita dengan sifat yang gak terima ini kemudian berkata alay lah, norak lah, lebay lah, yang padahal konsep alay dan lebay itu sebenarnya gak ada, mereka ada ketika kita gak bisa nerima ekspresi kebahagiaan orang lain.

Menghujat manusia lain, seakan-akan kita gak punya kekurangan yang bisa dihujat juga oleh orang lain. menurut gue simple aja ketika kita ingin berubah, karena honestly dulu gue adalah orang yang seperti itu. Kenapa gue malah nulis hal ini ya karena gue udah rasain kalau sebenarnya berlaku seperti itu tuh gak bakalan ada untungnya juga buat kita. Malah menurut gue itu ngerugiin kita, capek-capek buang tenaga cuma buat komentarin dan hujat hidup orang lain. Sibuk menghujat padahal kita sendiri banyak kerjaan yang sebenarnya lebih produktif untuk dijalani dan itu better than kita nyalahin dan hujat orang lain. Dan satu lagi, kadang kita terpancing buat ngehujat seperti itu karena kita melihat orang lain juga sama seperti kita. Satu ngehujat yang lain ikutan.

So apa yang sebenarnya kita cari dengan menghujat manusia lain?

Jangan jadi seperti itu guys. Carilah hal-hal yang menurut kalian baik tanpa nyakitin orang lain. Yang sekarang gue berusaha lakuin adalah bicara banyak selagi itu positif atau tidak bicara sama sekali dari pada nyakitin hati orang lain. mungkin kita bisa belajar sama-sama bagaimana mengontrol typing agar tidak menyakiti orang lain, menjaga lisan agar tidak menggores orang lain dan menjaga akhlak agar tidak mengganggu hidup orang lain.

mulai sekarang ayo rubah cara berfikir, be positif guys. Gue pernah baca dari sebuah buku yang gue lupa penulisnya siapa pokoknya dia bilang kayak gini "kualitas dirimu bisa dinilai dari apa yang keluar dari mulitmu".